1. Gunakan Mode Manual
Jika tiap foto ingin digabungkan memiliki titik fokus yang berbeda maka software akan kewalahan melakukan penggabungan. Karena itu, Anda sebaiknya menggunakan fokus manual. Set aperture ke f/16 atau f/22 dan set fokus ke infinity sehingga Anda mendapatkan ruang tajam seluas mungkin.
Jika memungkinkan, set juga shutter speed, white balance, dan ISO. Tentu Anda perlu mengukur dulu exposure yang ideal sambil memperhatikan rentang exposure di seluruh foto. Pilih exposure yang dapat mengakomodasi seluruh frame. Anda dapat menyesuaikan exposure jika perlu. Software dapat mengatasi perbedaan exposure antarframe asalkan tidak terlalu ekstrim.
2. Mode Panorama
Hampir semua kamera saku dan prosumer menawarkan mode penawaran pemotretan panorama. Tidak ada salahnya mencobanya, karena pada kamera tersebut Anda dibantu untuk menyesuaikan posisi antar frame. Kamera saku juga memiliki ruang tajam yang lebih lebar dibanding DSLR. Namun, kamera saku biasanya tidak memberikan banyak keleluasaan pengaturan exposure.
Mode pengolahan panorama dalam kamera pertama kali muncul pada kamera kodak, tetapi sony telah mengintegrasikan feature yang diklaim lebih baik dibanding generasi sebelumnya pada kamera Sony HX1. Anda hanya perlu menekan tombol sekali dan mempanning pemandangan secara horizontal atau vertikal. Sisanya, kamera yang mengerjakan.
3. HRD-Panorama
Jika kondisi pencahayaan berbeda secara ekstrim maka pemotretan menjadi lebih sulit. Anda perlu melakukan exposure bracketing, agar bisa menddapat dynamic range tinggi (HRD). Software yang mampu menggabungkan foto seperti ini juga terbatas pada Photomatix dan PTGui.
4. Berpusat pada Nodal Point
Saat pemotretan biasanya Anda hanya perlu memutar kamera di tangan atau pada sumbu tripod dan berusaha sestabil mungkin. Namun, jika jarak ke objek terlalu dekat maka bisa terjadi perbedaan paralaks yang akan menyulitkan penggabungan. Dalam hal ini diperlukan aksesoris tripod khusus yang disebut panoramic head. Pano-head memungkinkan kamera untuk berputar pada nodal point berbeda pada tiap lensa dan karenanya pano-head dapat diubah-ubah jarak sumbu putarnya agar dapat disesuaikan dengan lensa yang dipakai. Dengan alat ini peggabungan memang jadi mudah, tetapi pemotretan jadi sedikit rumit. harga pano-head juga tidak murah.
5. Resolusi Lebih Tinggi
Bagaimana Anda mengambil gambar, itu tergantung pada lensa dan kondisi di lapangan. Untuk memaksimalkan sudut lensa, sebuah panorama horizontal bisa diambil dengan memposisikan kamera secara vertikal. Cara ini dapat membantu jika lensa kurang lebar dan pemotretan harus dilakukan lebih dari satu baris, misanya atas dan bawah terpisah. Asalkan tiap frame saling bertumpukan paling tidak sepertiga bagian gambar, maka software tidak akan kesulitan menggabungkannya.
Cara ini juga akan menghasilkan resolusi yang lebih tinggi daripada pemotretan panorama sekali sweep/sekali jalan. Software juga tidak kesulitan menggabungkan meskipun subjek tidak sepenuhnya statis.
6. Objek yang Bergerak
Stitching atau menggabungkan gambar dapat disulitkan jika ada orang atau kendaraan bergerak masuk dalam frame. Untuk mendapatkan hasil maksimal, tempatkan objek yang bergerak di tengah-tengah frame individu saat Anda memotret. Ini akan menghindari terjadinya objek yang terpotong sebagian. Efek lucu lain adalah jika Anda melakukan hal ini ti tiap frame, maka objek akan muncul beberapa kali pada gambar akhir yang telah digabungkan sehingga memberikan efek dinamis.
7. Focal Length yang tepat
Pada dasarnya, focal length menengah lebih tepat digunakan untuk fotografi panorama karena focal length ini jarang memiliki distorsi dan ketajamannya lebih merata. Memang, distorsi bisa saja dikoreksi di komputer, namun akibatnya ketajaman akan menurun. cara lain untuk menghasilkan foto panoramic adalah dengan cropping. Jika Anda memiliki kamaera resolusi tinggi dan lensa ultra wide maka Anda hanya perlu memotret sebuah foto dan meng-crop bagian atas bawah gambar.
8. Panorama 360 Derajat
Ini kasus khusus untuk photostitching horizontal. Jika pemotretan dilakukan sekali putaran maka Anda mendapatkan gambar 360 derajat. Dengan software seperti Quicktime Anda dapat membuat media interaktif yang berputar pada satu sumbu. Namun, Anda perlu mengingat mendukung stitching 360 derajat. Photoshop hanya menawarkan feature ini pada versi Extended.
9. Menjulang ke Atas
Foto panorama klasik biasanya dari kiri ke kanan. Dobrak kebiasaan ini dengan memotret dari bawah ke atas. Dengan stitching vertikal Anda bisa lebih dekat dengan struktur sehingga bangunan terkesan lebih menjulang.
10. Melengkung? Tidak Masalah
Permasalahan yang sering ditemui pada photostitching vertikal adalah perspektif berubah dan gari lurus menjadi condong atau bahkan melengkung. Distorsi ini dapat dihilangkan menggunakan Phtoshop, tetapi koreksi yang berlebihan justru akan membuat foto jadi tidak natural. Sebaliknya, gunakan efek samping tersebut unutk memperkuat foto Anda.
Filed under: Tips & Trick Ditandai: | memotret landscape, memotret panorama, memotret pemandangan, mode panorama, nodal point, tips & trik memotret pamandangan, tips & trik memotret panorama